Guru dan Wakil Kepala MA DDI Darun Najah Kaloling Meninggal Setelah Melahirkan, PGRI Bantaeng Gelar Upacara Pelepasan Jenazah

SUARAEDUKASI.ID BANTAENG 1 Februari  2026– Fitrah Ameliah, S.Pd, binti Muhammad Tahir, guru sekaligus wakil kepala Madrasah Aliyah (MA) DDI Darun Najah Kaloling, Kabupaten Bantaeng, meninggal dunia setelah melahirkan anak melalui proses sesar di RSUD Prof Anwar Makkatutu Bantaeng. Kabar duka ini menyebar cepat dan menyentuh hati banyak pihak, terutama warga Desa Kaloling dan lingkup pendidikan daerah. Menurut Ustadz Ramoddin, dalam kesehariannya, Fitrah Ameliah selalu penuh dedikasi. Setiap hari, beliau mengajar dan membina sekolah yang dipimpinnya, kemudian sepulang sekolah kembali aktif mengajar mengaji anak-anak di sekitar rumahnya di Desa Kaloling. Kegiatannya yang tidak kenal lelah menjadikan beliau sosok yang dicintai dan dihormati. Keluarganya menyampaikan, “Beliau adalah sosok pengorbanan, selalu mengutamakan kebaikan orang lain sebelum diri sendiri. Kecintaannya pada pendidikan dan anak-anak akan selalu terpatri dalam hati kita.” Sementara itu, rekan kerja di MA DDI Darun Najah Kaloling menambahkan, “Kehilangan beliau adalah kerugian besar. Beliau selalu berusaha meningkatkan kualitas pendidikan dan menjadi contoh bagi semua guru.” Untuk menghormati jasa dan bakti beliau semasa hidup, pengurus PGRI Kabupaten Bantaeng menyelenggarakan upacara pelepasan dan penghormatan terakhir di halaman rumah duka di Kaloling. Acara dimulai dengan pemberian uang duka, diikuti oleh Pembacaan apel persemayaman oleh Ketua PGRI Kabupaten Bantaeng yang diwakili oleh Ketua II PGRI Kabupaten Bantaeng menyampaikan apresiasi atas kontribusi beliau dan penghormatan dan apresiasi kepada beliau atas jasa jasanya serta kepada keluarga semoga diberi kesabaran dan menutup acara dengan doa bersama untuk kebahagiaan jiwa beliau. Warga Desa Kaloling juga menyampaikan kesedihan mendalam. Salah satu warga, menyatakan, “Beliau selalu bersedia membantu anak-anak kami belajar, tidak memandang latar belakang. Kepergiannya membuat lubuk hati kosong.” Banyak warga juga hadir dalam upacara pelepasan untuk memberikan penghormatan terakhir dan mengucapkan terima kasih atas jasanya. @Amykajang          

Read More

Dukungan Gubernur Sulsel Antar Dua Siswi SMAN 1 Bantaeng Raih Emas di Ajang Internasional World Youth STEM Invention di Bangkok

BANGKOK, THAILAND, SE — Prestasi gemilang kembali ditorehkan dunia pendidikan Sulawesi Selatan. Dua siswi SMAN 1 Bantaeng, Zakiyah Mardani Ratu dan Maraya Rachma Sharlis, sukses mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional World Youth STEM Invention & Innovation 2026 di Bangkok, Thailand. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan sekolah dan daerah, tetapi juga menjadi bukti nyata efektivitas perhatian dan dukungan strategis Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, dalam mendorong prestasi generasi muda di level global. Dalam kompetisi bergengsi yang diikuti pelajar dan inovator dari berbagai negara, kedua siswi tersebut meraih tiga penghargaan sekaligus, Medali Emas Untuk Kategori Presenter Terbaik, Medali Emas (Gold Medal) dan Special Award for Social Impact & Humanity dari The Philippine Youth Scientist Organization for Outstanding Innovation. Ajang internasional ini berlangsung selama sepekan, dari 29 Januari hingga 3 Februari 2026, dan menjadi arena kompetisi ide-ide inovatif di bidang sains, teknologi, kesehatan, dan lingkungan. Zakiyah dan Maraya mempresentasikan karya inovasi berjudul “Veston TB: The Potential of Soursop Leaves (Annona Muricata L) as Nonmicroplastic Tea Bags in Preventing the Risk of Cancer.” Sebuah gagasan visioner yang menggabungkan isu kesehatan, keberlanjutan lingkungan, dan dampak sosial. Inovasi tersebut mengusulkan pemanfaatan daun sirsak sebagai bahan kantong teh nonmikroplastik yang ramah lingkungan sekaligus berpotensi membantu menekan risiko kanker, sebuah solusi yang dinilai relevan, aplikatif, dan berdampak luas. Dewan juri internasional menilai karya ini unggul karena tidak hanya inovatif secara ilmiah, tetapi juga menyentuh aspek kemanusiaan dan kebermanfaatan sosial, sehingga layak menerima penghargaan tertinggi. Penghargaan resmi diserahkan oleh perwakilan Kedutaan Besar Malaysia dan President of the Philippine Youth Scientist Organization, Dr. Mutakhir Saeed Bhatti, dalam seremoni yang dihadiri delegasi berbagai negara. Keberhasilan ini berdiri di atas fondasi pembinaan yang kuat di SMAN 1 Bantaeng, di bawah bimbingan Ibu Herlina Wellang, S.Pd., M.Pd., serta kepemimpinan Kepala Sekolah Dr. Wahid Hidayat, S.Pd., M.Pd., yang konsisten mendorong budaya riset dan inovasi. Namun, faktor kunci yang memperkuat langkah para siswa adalah dukungan penuh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, yang memberikan perhatian, fasilitasi, dan support nyata sehingga para pelajar dapat tampil di panggung internasional dengan percaya diri. Kepala SMAN 1 Bantaeng menyampaikan apresiasi mendalam kepada Gubernur Sulsel atas komitmennya dalam membuka akses, memperluas peluang, dan menumbuhkan semangat juang generasi muda Sulawesi Selatan di kancah dunia. Dukungan Gubernur tidak hanya menjadi bantuan teknis, tetapi juga menjadi suntikan motivasi besar bagi para siswa untuk membawa nama baik Sulawesi Selatan dan Indonesia dengan penuh kebanggaan dan tanggung jawab. Prestasi Zakiyah dan Maraya menjadi bukti konkret bahwa dengan kepemimpinan visioner, kebijakan yang berpihak pada pendidikan, dan keberpihakan pada talenta muda, Sulawesi Selatan mampu melahirkan inovator kelas dunia dan memperkuat reputasi daerah di mata internasional.

Read More

SMAN 1 Bantaeng Persembahkan Medali Emas dan Penghargaan Khusus di Ajang Internasional World Youth STEM Invention & Innovation 2026 di Bangkok

BANGKOK, THAILAND, SE – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dunia pendidikan Indonesia, khususnya dari Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Dua siswi SMAN 1 Bantaeng, Zakiyah Mardani Ratu dan Maraya Rachma Sharlis, berhasil mengharumkan nama bangsa dengan meraih Tiga penghargaan sekaligus, yakni Medali Emas (Gold Medal) dan Special Award for Social Impact & Humanity serta medali untuk presenter terbaik, pada ajang bergengsi tingkat dunia “Awword by The Philippine Youth Scientist Organization for Outstanding Innovation at The World Youth STEM Invention & Innovation 2026.” Kegiatan internasional tersebut berlangsung di Bangkok, Thailand, selama sepekan, mulai 29 Januari hingga 3 Februari 2026, dan diikuti oleh para pelajar, peneliti muda, serta inovator dari berbagai negara di Asia dan dunia. Ajang ini menjadi wadah unjuk kreativitas, inovasi, serta kepedulian generasi muda terhadap isu-isu global, khususnya di bidang sains, teknologi, lingkungan, dan kesehatan. Dalam kompetisi tersebut, Zakiyah dan Maraya mempresentasikan karya inovasi berjudul: “Veston TB: The Potential of Soursop Leaves (Annona Muricata L) as Nonmicroplastic Tea Bags in Preventing the Risk of Cancer.” Karya ini mengangkat gagasan pemanfaatan daun sirsak sebagai bahan kantong teh nonmikroplastik yang ramah lingkungan serta memiliki potensi manfaat kesehatan dalam membantu mencegah risiko kanker. Inovasi ini dinilai unggul karena memadukan aspek kesehatan, lingkungan, dan kebermanfaatan sosial, sehingga mendapat apresiasi tinggi dari dewan juri internasional. Atas keunggulan tersebut, tim Indonesia dari SMAN 1 Bantaeng dianugerahi Medali Emas sebagai penghargaan tertinggi dalam kategori inovasi, sekaligus memperoleh Special Award for Social Impact & Humanity, sebuah penghargaan khusus yang diberikan kepada karya yang memiliki dampak sosial dan kemanusiaan yang kuat. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh perwakilan Kedutaan Besar Malaysia dan President of the Philippine Youth Scientist Organization, Dr. Mutakhir Saeed Bhatti, dalam sesi penganugerahan resmi yang dihadiri oleh delegasi berbagai negara. Keberhasilan ini tidak terlepas dari peran pembimbing Ibu Herlina Wellang, S.Pd., M.Pd., yang secara konsisten mendampingi dan mengarahkan siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR). Selain itu, dukungan penuh juga diberikan oleh Kepala SMAN 1 Bantaeng, Dr. Wahid Hidayat, S.Pd., M.Pd., yang selama ini mendorong pengembangan potensi akademik dan nonakademik siswa melalui berbagai program pembinaan ekstrakurikuler di sekolah. Dalam pelaksanaan kegiatan di Bangkok, para siswa juga didampingi oleh orang tua, yakni Ahmad Tabariadi, S.Pd. selaku orang tua Zakiyah Mardani Ratu, serta Asriudy Asman, S.E. selaku orang tua/wali Maraya Rachma Sharlis, sebagai bentuk dukungan moral dan pendampingan langsung selama kompetisi berlangsung. Kepala SMAN 1 Bantaeng, Dr. Wahid Hidayat, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil sinergi antara semangat pantang menyerah siswa, pendampingan yang tulus oleh para guru, dukungan seluruh warga sekolah, serta seluruh komponen yang memberikan support dan dukungan. “Keluarga Besar SMAN 1 Bantaeng menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Gubernur Sulawesi Selatan, Bapak Andi Sudirman Sulaiman, atas perhatian, fasilitasi, dukungan, dan support penuh yang diberikan kepada anak-anak kami, sehingga Alhamdulillah dapat mewakili Indonesia pada ajang internasional World Youth STEM Invention Innovation 2026 di Bangkok, Thailand, yang dilaksanakan pada tanggal 29 Januari–2 Februari 2026″ tuturnya Dukungan Gubernur menjadi motivasi besar bagi anak-anak kami untuk tampil dengan percaya diri, penuh semangat, dan membawa nama baik Sulawesi Selatan serta Indonesia di kancah internasional. “Semoga Allah SWT membalas seluruh kebaikan dan kepedulian Bapak Gubernur dengan keberkahan, kesehatan, dan kesuksesan dalam memimpin Sulawesi Selatan.” ucapnya   Selain itu, keluarga besar SMAN 1 Bantaeng juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, serta Bupati Bantaeng beserta jajaran atas perhatian dan dukungan terhadap pengembangan prestasi siswa di tingkat nasional maupun internasional. Prestasi ini menjadi bukti bahwa siswa daerah mampu bersaing di panggung global dengan ide-ide inovatif yang berorientasi pada solusi masalah nyata. Keberhasilan Zakiyah dan Maraya diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus berinovasi, berkarya, serta berkontribusi bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan kemanusiaan. Dengan raihan ini, SMAN 1 Bantaeng kembali menegaskan posisinya sebagai sekolah yang konsisten melahirkan prestasi hingga ke tingkat internasional, sekaligus memperkuat citra Kabupaten Bantaeng dan Provinsi Sulawesi Selatan di mata dunia.

Read More