Bupati Bilang, Bantaeng Siap Jadi Penghasil Benih Bawang Merah Terbaik

Spread the love

BANTAENG, SE — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantaeng bekerjasama Fakulktas Pertanian Universitas Hasanuddin (Unhas), menggelar Panen Perdana Bawang Merah, di Desa Bonto Maccini, Kecamatan Sinoa, Minggu (28/12).

Kegiatan ini dilakukan bersama Dandim 1410 Bantaeng, Letkol Arh. M Husni Hidayat Muchlis, Kepala Desa Bonto Maccini, H Ramli, serta unsur terkait.

Ketua Pelaksana Swakelola Komoditi Bawang Merah, Prof Elkawakib Syam’un mengatakan, kegiatan ini merupakan kerja sama kembali yang telah dibangun sejak era bupati Bantaeng Prof Nurdin Abdullah.

“Kegiatan ini merupakan pemurnian varietas Bawang Merah khas Bantaeng yakni Bawah Merah Lokana. Tidak dimiliki di kabupaten lain. Karena pengembangannya dan di-abadikan langsung oleh ayah bapak Bupati, Prof. Nurdin Abdullah”, katanya.

Sementara Wakil Dekan III Fakultas Pertanian Unhas, Prof Tuti Kuswinanti mengatakan, ada sebanyak lima komoditi yang dikembangkan bersama Pemkab Bantaeng dan Fakultas Pertanian Unhas. Diantaranya Kakao, Jagung, Padi, Bawang Merah, dan Kentang.

“Dengan ketersediaan benih bawang merah di Bantaeng. Kami yakin akan meningkatkan perekonomian petani dan membantu citra Bantaeng menjadi salah satu produsen benih di Indonesia,” tuturnya.

Bupati Bantaeng, M Fathul Fauzy Nurdin, mengatakan, Panen Bawang Merah Varietas Lokana merupakan bukti Kabupaten Bantaeng, siap menjadi daerah penghasil benih terbaik berbasis teknologi.

“Jadi memang program bawang merah unggulan kita merupakan program prioritas yang sejalan dengan program bapak presiden. Begitupun empat komoditi lainnya. Semoga program ini bisa benar-benar dirasakan masyarakat terutama petani kita”, tambahnya.

Kepala daerah termuda di Sulsel ini memberikan apresiasi kepada tim dari Unhas yang telah melakukan pendampingan agar petani Bantaeng menghasilkan benih terbaik.

“Kalau mau cari bawang, banyak di daerah lain. Tetapi kalau mau cari benih terbaik, Insyallah ada di Bantaeng. Inilah target kita menjadi daerah penghasil benih terbaik berbasis teknologi,” pungkasnya. (*****)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *