Ratusan Santri se-Indonesia akan Mengikuti Event Nasional IBS di Bulukumba

BULUKUMBA, SE – Ratusan santri  dari berbagai wilayah di tanah air termasuk santri dari banyak daerah di Sulawesi Selatan, mulai  berdatangan di Bulukumba. Kedatangan santri tersebut guna menyemarakkan dan mengikuti lomba pada ajang Indonesia Bahagiankan Santri (IBS) yang direncanakan berlangsung selama tiga hari mulai 16 hingga 18 Januari 2026. Ketua Panitia IBS, Muslim Bahar, mengatakan, para peserta santriwan dan santriwati bersama pendamping, datang dari wilayah di tanah air. Salahsatu rombongan yakni dari Sumatera sudah berada di Pondok Pesantren Assadiyah Mabbarakka dan Hotel Andira Bulukumba. “Mereka menginap gratis selama 3 hari dan tentunya kami selaku tuan rumah memberikan pelayanan terbaik kepada tamu-tamu kita,” kata Muslim Bahar, Kamis, 15 Januari 2026. Selama tiga hari, lanjut dia, para santri akan mengikuti sedikitnya 11 cabang lomba pada kegiatan Indonesia Bahagiakan Santri. Kesebelas lomba itu yakni, Panahan, Syarhil Qur’an, Steritoling Bahasa Arab, Tsaqofah Islamiyah, Murottal Qur’an, Hifzil qur’an 5 Juz, Hifzil Qur’an 10 juz, Nasyid Islamiyah, Video Rells, Fhoto Grafi dan lomba Adzan. Terkait lokasi yang akan ditempati para santri selama berada di Bulukumba, akan menempati sejumlah pondok yang memang sudah dipersiapkan jauh hari sebelum pelaksanaan, termasuk Hotel Andira. “Jadi kami sudah siapkan sejumlah pondok pesantren dan fasilitas hotel untuk menampung para santri selama mengikuti kegiatan IBS sesuai jadwal lomba yang sudah ditetapkan,” ungkap Muslim. Dia menambahkan, para peserta IBS dijadwal telah berada di Bulukumba paling lambat, Kamis ini (15/1/2026). Peserta yang akan mengikuti event nasional ini berdatangan dari Pulau Sumatera, Kalimantan, Pulau Jawa, Manado, Ambon, Lombok, Sorong Papu, dan seluruh kabupaten/kota se Sulsel akan datang mengikuti event nasional ini. (asa/se/*)

Read More

Ponpes Salafiyah Imamus Sunnah Bantaeng Fokus Bina Kaum Dhuafa dan Yatim Piatu

BANTAENG, SE — Meskipun masih mengalami banyak keterbatasan, namun semangat untuk membantu dan menciptakan generasi islami tak pernah surut dan tidak menjadi penghalang. Didasari dengan kejujuran dan ikhlas, belasan tenaga pendidik dari Pondok Pesantren (Ponpes)  salafiyah Imamus Sunnah Kabupaten Bantaeng, terus berupaya membina dan membangun lembaga pendidikan tersebut. Kepala Ponpes salafiyah Imamus Sunnah, Kyai Muda (KM) Samir, S.Pd.I, SH, mengatakan ponpes ini lahir dari kepedulian terhadap anak-anak yatim dan dhuafa yang sering kali menghadapi keterbatasan dalam akses pendidikan, pembinaan moral, serta pemenuhan kebutuhan dasar. “Kesadaran akan pentingnya memberikan perhatian lebih kepada mereka menjadi dasar utama lembaga ini didirikan. Dengan nilai-nilai Islam sebagai landasan, Ponpes ini akan menjadi wadah untuk memberikan dampak nyata bagi anak santri yang membutuhkan,” ujarnya. Sudah menjadi tekad untuk mengembangkan dan membangun ponpes ini, maka pihaknya kerap melakukan analisa dan kajian terkait pembinaan yang difokuskan pada anak-anak yatim piatu dan dhuafa. “Tidak sedikit anak yatim dan kaum dhuafa yang mengalami putus sekolah. Faktornya karena masalah ekonomi keluarga dan tidak adanya pembinaan secara efektif kepada mereka,” ujar Kyai Muda ini. Seiring dengan perjalanan waktu, Pondok pesantren salafiyah Imamus Sunnah yang berdiri pada tanggal 20 November 2016 bertepatan dengan tahun 1439 H, Sunnah kab Bantaeng dengan NPSN 70002820 dan NSP 510373030021 mendapatkan akreditasi B dari kementerian agama. Dibawah naungan PKPPS (Pendidikan Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah)  kementerian agama, beralamat Jl. Kesadaran, Gangangbaku I, RT 003/RW 002, Desa Bajiminasa, Kecamatan Gantarangkeke Kab. Bantaeng, terus berbenah diri mulai dari peningkatan kualitas binaan hingga perbaikan fisik pondok yang masih mengandalkan dari bantuan dan sumbangan pihak ketiga. Bahkan menurut Kyai Samir, lembaga binaannya selain berbentuk pesantren juga mewadahi pendidikan formal mulai dari tingkat ULA (SD), WUSTHA (SMP) Dan ULYA (SMA) serta mengelola LKSA (Lembaga kesejahteraan Sosial Anak). Bukan hanya itu, Ponpes Imamus Sunnah juga teregistrasi di Kementerian Sosial dengan nomor registrasi  450/001/TERDAFTAR/DINSOS/XI/2024, dimana anak-anak yang ditampung berlatar belakang yatim, piatu dan anak-anak yang tidak mampu (kaum dhuafa’). Dengan dukungan dari berbagai pihak yang mulai mengalir, baik dari masyarakat umum, donatur, maupun relawan yang memiliki visi yang sama dalam membantu sesama. *PROGRAM UNGGULAN Melalui perjalanan yang penuh tantangan dan atas berkat rahmat Allah SWT, Ponpes ini juga semakin memantapkan perannya dalam membina anak-anak yatim serta kaum dhuafa dengan tiga  program unggulan yang menjadi ciri khas lembaga ini. Ketiganya adalah, penghafalan al Qur’an, penghafalan al Hadits serta Bahasa Arab “Program yang kami laksanakan tersebut semata-mata bertujuan untuk menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan membangun karakter Islami sejak dini kepada anak-anak,” ungkapnya. Dengan semakin banyaknya pihak yang terlibat dan mendukung Ponpes salafiyah ini, pihaknya bertekad dan bercita-cita untuk terus tumbuh dan memberikan manfaat yang lebih luas lewat dukungan 15 tenaga pendidik non PNS dan PPPK. Meskipun jumlah santri masih terbatas yang berjumlah 53 orang berasal dari berbagai daerah seperti, Bantaeng, Bulukumba, Jeneponto, Makassar, Enrekang dan Kolaka, lembaga ini diharapkan menjadi pusat pembinaan yang mampu melahirkan generasi mandiri, berakhlak mulia dan mampu berkontribusi bagi masyarakat. Tak kalah pentignya lagi, imbuh Kyai Samir, pihaknya berkomitmen untuk menjadi bagian dari perubahan menuju masyarakat yang lebih peduli dan inklusif bagi semua lapisan sosial. (asa/se/*)

Read More